Mengenal Cabai PETER PEPPER, Asal-usul dan Cara Budidayanya

tanaman

Meskipun belakangan ini harga cabai sangat mahal, tetapi nyatanya hal ini  sama sekali tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia terhadap makanan pedas. Cabai sendiri merupakan buah dari tumbuhan dan termasuk salah satu bumbu dasar yang biasa digunakan sebagai penyedap rasa makanan, umumnya berwarna merah menyala atau hijau tua.

Namun sekarang ini produksi cabai bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita sebagai bahan masakan saja, tetapi juga untuk bisa memenuhi kebutuhan industri untuk dijadikan sebagai bahan dasar sambal kemasan, bahan saos, dan juga cabai kering untuk industri mie instan nasional.

Cabai memiliki banyak sekali tipe atau jenisnya, sangat bervariasai mulai dari bentuk buah cabe yang bulat, panjang, dan lonjong. Memiliki ukuran yang besar, sedang, dan juga kecil. Mempunyai warna yang menarik seperti merah, hijau, putih, kuning, dan ungu.

Cabai-PETER-PEPPER

Sementara itu, berdasarkan klasifikasi taksonomi terbagi lagi hingga menjadi beberapa spesies, namun beberapa spesies yang paling terkenal adalah capsicum annum, cacpsium chinese, dan capsium fruetecens.

Diantara beberapa jenis yang paling populer ini, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi mengenai salah satu cabai tersebut yaitu spesies capsium annum. Nah, untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak ulasan selengkapnya mengenai cabai PETTER PEPPER berikut ini.

Siapa yang tak tahu cabai “PETER PEPPER” ini? Sebagian masyarakat di Indonesia, khususnya para pecinta tanaman hias tentunya sudah tidak asing lagi dengan cabe yang satu ini. Cabai yang satu ini memiliki banyak sekali peminatnya dan bahkan lebih populer jika dibandingkan dengan cabai lainnya. Hal ini tak lain karena bentuk yang dimilikinya bisa dibilang sangat unik sehingga banyak di buru karena keunikannya ini.

Beberapa tahun belakangan ini, cabai “PETER PEPPER” ini banyak menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan banyak dicari oleh para pecinta tanaman unik. Di grup-grup tanaman hias yang ada di sosial media, si cabai porno ini bisa dibilang sudah sangat populer dan menjadi kebanggaan yang tersendiri bagi mereka yang sudah berhasil untuk membudidayakannya.

Baca Juga : Jual Bibit rambutan berkualitas langsung dari pusat bibit tanaman di Ngadiluweh Kediri Jawa Timur

PETER PEPPER merupakan jenis Capsicum annum yang sudah sangat langka, walaupun tidak diakui sebagai kultivar spesies secara resmi. Sebenarnya tanaman cabai yang satu ini sangat mudah untuk kita budayakan. Hal ini karena mempunyai kemampuan berdaptasi yang baik di berbagai kondisi pertumbuhan.

Namun di Indonesia sendiri, budidaya tanaman cabai PETER PEPPER  masih sangat terbatas di kalangan penghoby atau pecinta tanaman hias dan masi belum dibudidayakan secara massal dengan tujuan komersil.

Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya tanaman cabai ini akan diusahakan lebih serius lagi, mengingat peminatnya yang semakin mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki minat untuk berkebun.

Asal-usul Tanaman Cabai PETER PEPPER

Cabai unik yang mempunyai nama  lain “The Chili Willy Peppers” ini masih belum diketahui secara pasti dari mana asal-usulnya, tetapi keunikan bentuknya telah membuat cabai ini sangat terkenal bahkan hingga ke seluruh penjuru dunia.

Dikutip dari laman localharvest, tanaman cabai PETER PEPPER ini pertama kali dipopulerkan oleh Frank X. Tolbert di Amerika Serikat. Cabai unik yang satu ini kemudian mulai ditanam di Texas Timur, Lousiana dan juga di Meksiko.

Beberapa ali hortikultura di Lousiana State University dan University of Texas di Austin sudah mempelajari lebih dalam lagi dan menjelaskan bahwa sebenarnya tanaman cabai porno ini dapat beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan pertumbuhan.

Dalam situs tersebut juga telah disebutkan bahwa cabai yang memiliki bentuk sangat mirip dengan alat kelamin pria ini dinobatkan sebagai “The Most Pornographic Pepper” oleh Organic Gardening Magazine.

Apakah Cabai PETTER PEPPER Bisa Dikonsumsi?

Apakah cabai porno ini dapat dikonsumsi? Pertanyaan seperti ini seringkali ditanyakan oleh peminat baru yang tertarik untuk menanam atau membudidayakannya.

Anda tidak perlu khawatir karena cabai PETER PEPER ini tidak mengandung racun dan dapat dikonsumsi, namun untuk tingkat kepedasannya bisa dibilang sangat tinggi. Tingkat kepedasan dari sebuah cabaik yang bentuknya sangat mirip dengan penis ini mencapai 10.000 sampai dengan 23.000 pada skala Scovile.

Saat ini benih cabai PETER PEPPER sudah menyebar secara luas hingga ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara Indonesia. Ada 3 varian jeni cabai petter pepper yang ada di Indonesia, yakni Red Peter Pepper, Yellow Peter Pepper, dan juga Orange Peter Pepper.

Walaupun tergolong sangat langka, tetapi untuk bisa mendapatkan benihnya sekarang ini sudah tidak sesulit dulu. Harga benih cabai PETER PEPPER sangat bervariasi, tergantung dari kebijakan penjual cabai itu sendiri, ada yang menjual RP 300 per biji dan bahkan ada yang menjual Rp 2000 per biji.

Cara Budidaya Menanam Si Cabai Porno “PETTER PEPPER”

Si cabai porno PETER PEPPER sekarang ini sudah bisa dibudiyakan secara konvensional dengan menggunakan media tanah dalam sebuah wadah seperti pot ataupun polybag. Selain itu juga bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik, baik itu hidroponik dengan sistem sumbu (wick), NFT, ataupun hidroponik fertigasi dengan menggunakan media tanam cocopeat, rock woll, arang sekam dan media tanam sterill yang lainnnya.

Cara budidaya cabai PETTER PEPPER bisa dibilang sangat mudah untuk dilakukan. Hal ini karena si cabai porno yang satu ini dapat beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan.

Pada umumnya, cara budidaya tanaman cabai PETER PEPPER hampir sama dengan budidaya tanaman cabai jenis lainnya. Tidak ada perbedaan yang cukup mencolok mengenai teknik budidaya tanaman cabai yang mirip dengan penis ini.

Langkah budidaya tanaman cabai PETER PEPPER  dimulai dengan cara menyiapkan benih cabai, penyemaian, pemeliharaan bibit cabai, menyediakan media tanam, penanaman cabai, perawatan serta pemeliharaan tanaman.

Media semai dan media tanam yang biasa digunakan untuk cabai PETER PEPPER adalah arang sekam, campuran tanah, pupuk kandang atau pupuk kompos, dan bahkan pupuk kimia jika dibutuhkan.

Perbandingan campuran media tanam untuk membudidayakan tanaman cabai PETER PEPPER di polybag atau pot umumnya adalah 2 bagian arang sekam, 3 bagian tanah, dan juga 2 bagian pupuk kandang atau kompos.

Yang harus selalu Anda perhatikan dalam budidaya tanaman cabai PETER PEPPER ini adalah “Ketlatenan dan Ketekunan”, karena jumlah benihnya yang sangat terbatas maka setiap benih cabai harus bisa dipastikan tumbuh dengan baik.

Demikian informasi dari kami mengenai Cabai PETER PEPPER : Asal-usul dan Cara Budidayanya” yang dapat kami bagikan pada pembahasan kali ini. Semoga apa yang telah kami sampaikan kali ini bisa memberikan manfaat bagi Anda semua khususnya bagi Anda yang kini sedang ingin menanam tanaman cabai PETER PEPPER sehingga informasi ini bisa Anda jadikan sebagai referensi. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*